Supply Chain Management (SCM)
Meliputi perencanaan dan pengelolaan semua kegiatan yang terlibat dalam sumber dan pengadaan, konversi, dan kegiatan logistik manajemen. SCM mencakup koordinasi dan kolaborasi dengan mitra saluran, yang dapat pemasok, perantara, pihak ketiga penyedia layanan, dan pelanggan. Pada intinya, manajemen rantai suplai mengintegrasikan penawaran dan permintaan manajemen di dalam dan di seluruh perusahaan. Supply Chain Management adalah fungsi mengintegrasikan dengan tanggung jawab utama untuk menghubungkan fungsi bisnis utama dan proses bisnis di dalam dan di seluruh perusahaan menjadi sebuah model bisnis yang kohesif dan berkinerja tinggi. Ini mencakup semua kegiatan manajemen logistik disebutkan di atas, serta operasi manufaktur, dan mendorong koordinasi proses dan kegiatan dengan dan di seluruh pemasaran, penjualan, desain produk, keuangan, dan teknologi informasi.
MODEL BUSINESS CANVAS
Model Business Canvas (MBC)
merupakan sebuah konsep model bisnis yang unik. Konsep model bisnis ini dikembangkan
Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur. Mereka berhasil mengubah konsep model
bisnis yang rumit menjadi sederhana. Dengan pendekatan kanvas, model bisnis Anda
ditampilkan dalam satu lembar kanvas, berisi peta sembilan elemen (kotak). Lantaran
kesederhanaannya, metode kanvas dapat mendorong sebanyak mungkin karyawan
terlibat dalam pengembangan model bisnis organisasinya.
Model BMC terdiri
dari 9 (sembilan) elemen, meliputi Customer Segment, Value
Proposition, Channel, Customer Relationship, Revenue Stream, Key Resourcess,
Key Activities, Key Partnership, dan Cost
Structure. Dalam menyusun
model bisnis dimulai dari Customer
Segment diikuti dengan Value
Proposition, Channel, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities,
Key Partners, dan Cost Structure.
Pengembangan BMC organisasi mulai dari
memotret kondisi saat ini lalu diikuti
analisis SWOT. Hasil analisis SWOT dapat digunakan untuk merancang model bisnis
perbaikan dan prototipe model-model bisnis masa depan.
Gambaran sembilan
elemen MBC berikut.
Pertama, Customer Segment.
Organisasi harus menetapkan
siapa yang harus dilayani. Organisasi menetapkan melayani satu atau lebih
segmen. Penetapan segmen ini akan menentukan komponen-komponen lain dalam model bisnis.
Kedua, Value Proposistion
Proposisi nilai apa yang dapat diberikan kepada customer agar mereka memilih produk kita
Ketiga, Channels
Sarana organisasi
menyampaikan Value Proposition kepada
Customer Segment yang dilayani.
Channel berfungsi dalam beberapa tahapan mulai dari kesadaran pelanggan sampai
ke pelayanan puma jual. Dua elemen lain yang harus diperhitungkan secara cermat
dalam membuat model Channel adalah Value
Proposition dan Customer Segment.
Keempat Revenue Stream
Revenue Stream merupakan
komponen yang dianggap paling vital. Umumnya organisasi memperoleh pendapatan
dari pelanggan. Meskipun demikian banyak organisasi bisa membuka aliran masuk
pendapatan dari kantong bukan pelanggan langsung. Buku ini menyajikan contoh
organisasi ritel, jasa pengelola jalan tol, dan media penciptaan aliran
pendapatan secara kreatif.
Kelima Customer Relationship
yaitu cara organisasi
menjalin ikatan dengan pelanggannya. Menjaga Buku ini menyajikan sebuah contoh
perusahaan infrastruktur, jasa tranportasi darat, dan jasa hotel untuk
menunjukkan bahwa model hubungan dengan pelanggan perlu didesain secara
kreatif.
Keenam Key Activities
Key Actiwtiesadalah
kegiatan utama organisasi untuk dapat menciptakan Proposisi Nilai. Buku ini
menyajikan contoh model Key Activities perusahaan penyedia energi listrik dan
manufaktur mobil di Indonesia.
Ketujuh Key Resources
Merupakan sumber daya organisasi
untuk mewujudkan proposisi nilai,
umumnya berwujud manusia, teknologi, peralatan, channel maupun brand.
Kedelapan Key Partnership
Merupakan sumber daya yang
diperlukan organisasi untuk mewujudkan proposisi nilai, tetapi tidak dimiliki
oleh organisasi tersebut. Pemanfaatan Key
Partnership oleh perusahaan dapat berbentuk outsourcing, joint venture, joint operation, atau aliansi
strategis.
Kesembilan Cost Structure
Merupakan komposisi cost (biaya) untuk mengoperasikan
organisasi mewujudkan proposisi nilai kepada pelanggan. Struktur biaya yang
efisien, menjadi kunci besarnya laba yang diperoleh organisasi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar